Direktur Utama Pertagas Niaga Jugi Prajugio mengatakan, gas ini berasal dari berbagai sumber dan akan diregasifikasi di Land Storage Regasification Unit (LSRU) di Pelabuhan Benoa, Bali.
Β
Kepastian pasokan gas untuk pembangkit listrik di Bali tercapai setelah penandatangan pokok-pokok perjanjian (Head of Agreement) jual beli gas antara Pertagas Niaga dengan PT Indonesia Power di Jakarta, hari ini. Penandatangan HoA jual beli ini dilakukan oleh Jugi Prajugio, Direktur Utama PT Pertagas Niaga dan Supangkat Iwan Santoso, Direktur Utama PT Indonesia Power.
Jugi mengatakan, Pertagas Niaga sebagai anak perusahaan PT Pertamina Gas (Pertagas) ingin berkomitmen memecahkan masalah energi di Indonesia. "Karena dalam memasok gas bagi Pembangkit Bali ini, tidak hanya terbatas pada jual beli LNG, tetapi juga pemanfaatan fasilitas Mid-Stream. Mulai dari pengangkutan LNG, terminal penyimpanan LNG, regasifikasi LNG serta penyaluran gas hasil regasifikasi melalui pipa ke plant gate pembangkit listrik milik Indonesia Power," ujar Jugi dalam keterangannya, Rabu (10/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk memasok LNG Pembangkit Listrik di Bali ini, Pertagas Niaga tak hanya mengandalkan pasokan dari Mahakam, tetapi juga dari sumber-sumber domestik lainnya, serta impor dari negara-negara produsen. Sementara untuk pemanfaatan fasilitas Mid-Stream, Pertagas Niaga juga menggandeng sejumlah perusahaan.
Sementara untuk mengangkut LNG dari Mahakam PSC dari Bontang, Kalimantan Timur menuju Land Storage Regasification Unit (LSRU) di Pelabuhan Benoa, Bali, akan dilakukan oleh induk perusahaan Pertagas.
PT Perta Daya Gas akan menyediakan LSRU yang memiliki tangki penimbun LNG dengan kapasitas 24.000 meter kubik dan fasilitas regasifikasi dengan kemampuan pasokan gas 50 MMSCFD, dan menyediakan pipa penyaluran khusus sepanjang 3.000 meter berdiameter 12 inch, dari LSRU ke titik penyerahan Pesanggrahan Bali akan dilakukan oleh PT Perta Daya Gas.
(dnl/ang)











































