Dahlan: Sukses Konversi, Sekarang RI Impor Elpiji Besar-besaran

Dahlan: Sukses Konversi, Sekarang RI Impor Elpiji Besar-besaran

- detikFinance
Kamis, 11 Sep 2014 15:37 WIB
Dahlan: Sukses Konversi, Sekarang RI Impor Elpiji Besar-besaran
Jakarta - Sejak 2007, Indonesia melakukan program konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg, untuk mengurangi subsidi minyak tanah yang mahal. Namun sekarang, Indonesia malah impor elpiji besar-besaran.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, dirinya meminta PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) untuk membuat program agar ketergantungan masyarakat terhadap elpiji berkurang. PGN memang memiliki bahan bakar gas (BBG) untuk memasak, yang berasal dari gas bumi. Sedangkan elpiji berasal dari bahan turunan BBM.

"PGN lebih bisa membantu negara dalam hal mengurangi pemakaian BBM dan elpiji. Caranya bagaimana, ya saya serahkan ke PGN," ujar Dahlan di kantor pusat PGN, Jakarta, Kamis (11/9/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dahlan bercerita soal kondisi Indonesia yang saat ini ketergantungan impor elpiji, karena program konversi minyak tanah ke elpiji yang dilakukan.

"Dulu kita bangga melakukan konversi minyak tanah ke elpiji. Ini sukses besar, karena mengubah budaya. Gara-gara orang sudah sukses konversi, akhirnya kita impor elpiji besar-besaran, jutaan ton," kata Dahlan.

Impor dilakukan, karena produksi elpiji di dalam negeri terbatas. Sementara Indonesia saat ini kaya akan gas bumi yang bisa dijadikan bahan bakar rumah tangga, untuk memasak.

Ini yang membuat Dahlan meminta PGN untuk merancang program penggunaan BBG untuk memasak. "Seminggu lagi rumusannya didetilkan," jelas Dahlan.

Sebelumnya, Vice President Gas dan Gas Domestik Pertamina Gigih Wahyu mengungkapkan, 58% pasokan Liquified Petroleum Gas (LPG/elpiji) di dalam negeri masih didatangkan melalui impor. Kebanyakan elpiji diimpor dari daerah Timur Tengah.

(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads