"Sejauh ini kita tidak ada masalah mau harga gas elpiji atau Blue Gas naik sampai berkali-kali lipat," ujarβ βCostantinus N Formes (51) warga Rusun Perumnas Klender saat ditemui di kediamannya, Jumat (12/9/2014).
Costantinus mengungkapkan, warga Rusun Klender sudah lama memanfaatkan gas bumi yang dialirkan melalui pipa gas milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), dimana harga gas bumi jauh lebih murah dibandingkan menggunakan elpiji termasuk tabung elpiji 3 kg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, jika kenaikan elpiji 12 kg tidak mempengaruhi terhadap harga gas dari PGN. Ia pun tak khawatir jika harga gas elpiji terus naik. Seperti diketahui setelah 10 September lalu menaikkan harga elpiji 12 kg, Pertamina berencana menaikkan kembali harga elpiji 12 kg Rp 1.500/kg pada 1 Januari 2015.
"Nggak ada pengaruh dengan kita karena ini gas alam. Sekarang biar dikata elpiji naik buat kami tidak ada masalah," ungkapnya.
(edo/rrd)











































