Apalagi, tahun depan pemerintah baru pimpinan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) dipatok kuota BBM subsidi 46 juta kiloliter (KL)-47 juta KL.
Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Someng menyebutkan, angka kenaikan harga BBM subsidi yang tepat dan masuk akal adalah Rp 3.000 per liter. Baik untuk bensin premium, maupun solar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menekan konsumsi, menurut Andy, kenaikan harga BBM subsidi juga mampu mencegah penyalahgunaan atau penyelundupan. Karena disparitas atau perbedaan harga BBM subsidi dan non subsidi semakin kecil.
"Kita ngeri masalah penyalahgunaan manakala disparitas terlalu tinggi," sebutnya.
Andy mengakui, konsumsi BBM akan terus meningkat setiap tahunnya. Kondisi ini seiring pertumbuhan ekonomi negara yang tentunya bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat.
"Kita nggak bisa menahan growth (pertumbuhan ekonomi), nggak bisa kita lawan selama ekonomi kita baik," kata Andy.
(mkl/dnl)











































