Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) Irwandi Arif mengatakan, untuk sektor strategis seperti ESDM memang harus diisi oleh kalangan profesional. Apalagi di dalamnya terdapat sektor pertambangan dan perminyakan dengan nilai yang sangat besar.
"ESDM itu ada perminyakan dan pertambangan yang besar sekali. Memang sebaiknya profesional biar tidak ada benturan kepentingan," ujarnya kepada detikFinance, Selasa (16/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tak masalah asal murni melakukan tugasnya," ujar dia.
Pada catatan Irwandi, ada beberapa tugas utama yang dilakukan Menteri ESDM ke depan. Pertama adalah penyelesaian renegosiasi kontrak karya pertambangan. Ditambah dengan penertiban izin pertambangan liar.
"Itu renegosiasi pertambangan di depan mata. Harus diselesaikan segera," tegasnya.
Kedua, harus mengubah paradigma dari pemanfaatan komoditas menjadi industri strategis. Seperti melanjutkan kebijakan pelarangan ekspor barang mineral mentah.
"Jadi betul-betul dirumuskan dalam bentuk kebijakan strategis. Itu paling penting," kata Irwandi.
Ketiga, lanjut Irwandi, adalah memastikan keberpihakan pemerintah terhadap industri pertambangan. Terutama untuk menjaga dan melindungi perusahaan agar berjalan sesuai prosedur. Misalnya mempermudah proses perizinan.
"Pemerintah harus hadir di tengah industri, namun tetap sesuai dengan prosedur," sebutnya.
(mkl/hds)











































