Pengusaha Ini Usul Harga Premium Naik Rp 3.000/Liter, Solar Rp 4.000/Liter

Pengusaha Ini Usul Harga Premium Naik Rp 3.000/Liter, Solar Rp 4.000/Liter

- detikFinance
Selasa, 16 Sep 2014 16:10 WIB
Pengusaha Ini Usul Harga Premium Naik Rp 3.000/Liter, Solar Rp 4.000/Liter
Sofjan Wanandi, Ketua Umum Apindo
Jakarta - Kalangan pengusaha mendukung wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, yang kemungkinan akan dilakukan pada masa pemerintahan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi, sebaiknya harga Premium dinaikkan Rp 3.000 per liter dan Solar bersubsidi naik Rp 4.000 per liter. Dengan begitu, harga Premium dan Solar subsidi menjadi Rp 9.500 per liter.

"Harga BBM subsidi harus dinaikan. Kita usulkan Rp 3.000 per liter untuk Premium dan Rp 4.000 per liter untuk Solar," kata Sofjan saat berdiskusi dengan media di Kantor Pusat Apindo, Gedung Permata Kuningan, Jakarta, Selasa (16/09/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Sofjan, kenaikan harga BBM bersubsidi sangat penting melihat defisit neraca perdagangan yang begitu besar. Harga BBM yang murah menyebabkan konsumsinya tinggi, sehingga Indonesia harus mengimpor BBM dalam jumlah besar karena produksi dalam negeri tidak mencukupi.

Tidak hanya itu, pemerintah juga harus menyiapkan dana yang besar untuk anggaran subsidi BBM. Tahun ini, subsidi BBM mencapai Rp 246,5 triliun dan tahun depan naik menjadi Rp 291,1 triliun.

"Pokoknya kita dengan berat hati keputusan Jokowi-JK soal BBM yaitu kenaikan BBM kita dukung. Apa yang ditinggal Pak SBY selama ini adalah APBN yang banyak berasal utang. Utang kita banyak dan pemerintah selama ini hanya membayar bunga," tegasnya.

Sofjan menyebut jika pemerintahan Jokowi jadi menaikan harga harga BBM subsidi, dampaknya memang cukup besar yaitu penurunan daya beli masyarakat. Namun itu hanya terjadi sesaat, dan dalam jangka panjang akan berdampak positif karena banyak infrastruktur yang bisa dibangun pemerintah dari penghematan subsidi BBM.

"Kalau dinaikkan kira-kira akan terjadi inflasi 3-4% terutama di sektor transportasi dan logistik. Sehingga harga barang akan naik sebesar 5%. Tetapi dalam 6 bulan justru semua harga akan turun. Asalkan sekali aja naiknya setelah itu saya yakin semua akan turun," jelasnya.

(wij/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads