CT, sapaan Chairul Tanjung, menegaskan penghematan ini bukan tanpa dasar yang kuat. Ada perhitungan yang dilakukan secara internal sebagai langkah efektivitas dan efisiensi dari tubuh kementerian.
"Ini bukan penghematan dengan memotong anggaran yang main potong begitu saja," ujarnya saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Gedung DPR/MPR/DPD, Jakarta, Rabu (17/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada program utama yang terganggu dengan penghematan ini," katanya.
Di samping itu, tambah CT, realisasi anggaran Kementerian ESDM tahun ini tidak terlalu baik. Hingga Juli, penyerapan anggaran kementerian ini baru 20%. "Akhir tahun paling top 50%," ucapnya.
Oleh karena itu, CT menyatakan penghematan Rp 1,28 triliun masih bisa mendorong kinerja Kementerian ESDM. "Koreksi ini dari mereka yang ada, dan akan melanjutkan pemerintahan nanti. Saya hanya menyetujui dari komitmen yang mereka buat," tuturnya.
Melalui perdebatan dengan anggota dewan, anggaran sebesar Rp 10,02 triliun akhirnya disepakati. Terutama dari fraksi partai pendukung pemerintahan baru.
"Karena fraksi pendukung sudah oke, jadi kita ikut saja pilihannya," kata Ketua Komisi VII DPR Milton Pakpahan.
(mkl/hds)











































