Seperti diketahui, sudah bertahun-tahun lamanya Kementerian ESDM selalu dipimpin dari orang partai. Sebut saja Jero Wacik dari Partai Demokrat, sebelumnya Darwin Z. Saleh juga berasal dari Partai Demokrat.
"Hati-hati, jangan mendikotomikan antara profesional murni dengan profesional partai. Pers jangan menggiring seolah-olah orang profesional di partai adalah orang-orang yang hanya tahunya transaksional, tidak bekerja, tidak memiliki latar belakang pendidikan yang pas," ujar Anggota Komisi VII DPR Satya W Yudha ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita harus sadari, posisi menteri itu adalah posisi politik. Siapa pun orang profesional yang duduk jadi menteri dia otomatis harus ikut berpolitik, karena realitasnya begitu," ungkapnya.
Ia menegaskan, justru orang profesional yang jadi ,enteri lebih susah mengawasinya. "Orang profesional di partai mengawasinya mudah. Kalau profesional (murni) akan sulit, karena lobi-lobinya ke mana-mana, sulit kita mengawasinya," katanya.
Satya menyatakan, justru bagi profesional, dengan masuk ke partai adalah jalan untuk mengabdi, memperbaiki kondisi negara ini menjadi lebih baik lagi.
"Bayangkan berapa besarnya kekuasaan di DPR, kalau orang yang duduk di DPR bukan orang yang tepat, bayangkan orang yang tidak profesional mengambil keputusan, mengesahkan undang-undang yang dampaknya ke rakyat? Bahayakan. Justru orang profesional yang ingin mengabdi ke negara masuklah ke partai politik," tutupnya.
(rrd/dnl)











































