"Kuota solar subsidi tahun ini hanya 15,165 juta kiloliter (KL). Realisasinya sampai Agustus 2015 sudah mencapai 10,528 juta KL," ungkap Senior Vice President Fuel Marketing and Distribution Pertamina Suhartoko ditemui di Ruang Komisi VII Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2014).
Suhartoko mengatakan, diperkirakan jatah solar subsidi akan habis mulai Desember 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, habisnya solar subsidi lebih cepat ini sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, solar ini banyak digunakan untuk truk-truk atau angkutan logistrik dan transportasi.
"Kalau sebulan susah juga, bisa menimbulkan gejolak," ucapnya.
Suhartoko menegaskan, cepat habisnya jatah solar subsidi ini, karena kuotanya turun 11% dibandingkan realisasi konsumsi solar subsidi tahun lalu.
"Realisasi solar subsidi 2013 mencapai 15,88 juta KL, sementara kuotanya hanya 15,17 juta KL atau turun 11%. Sementara sejatinya konsumsi solar dari tahun ke tahun lalu selalu naik, seperti pada 2010 naik 7,7%, 2011 naik 12%, 2012 naik 7,3%, dan pada 2012 ke 2013 tumbuh 2,1%, tahun ini justru harus turun 11%," tutupnya.
(rrd/dnl)











































