Kurangi Impor BBM, BUMN Ini 'Sulap' Batu Bara Jadi Minyak Mentah

Kurangi Impor BBM, BUMN Ini 'Sulap' Batu Bara Jadi Minyak Mentah

- detikFinance
Kamis, 18 Sep 2014 16:54 WIB
Kurangi Impor BBM, BUMN Ini Sulap Batu Bara Jadi Minyak Mentah
Jakarta - PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) mengusulkan energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak mentah atau crude oil. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang energi ini punya ide mengubah batu bara kalori rendah yang tidak laku di pasaran diolah menjadi minyak mentah.

PTBA sendiri sudah melakukan uji coba skala kecil dan berhasil. Uji coba akan ditingkatkan pada skala yang lebih besar.

"PTBA rencana mengubah batu bara melalui teknologi terbaru. Batu bara yang dipakai adalah yang sangat rendah kalorinya atau 2.500 kalori dan dijual nggak laku. Nanti diubah menjadi crude oil," kata Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (18/9/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PTBA akan mengadopsi teknologi dari Australia dan dibantu peneliti dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Teknologi mengubah batu bara kalori rendah menjadi minyak mentah sudah teruji dalam skala laboratorium.

"Bukit Asam membeli perusahaan teknologi jadi pemegang saham sekitar 30%. Ini masih negosiasi. Ini melibatkan BPPT untuk uji coba teknologi dan boleh dikata teknologi final," sebutnya.

Tata cara pembandingnya adalah setiap 9 juta ton batu bara bisa diubah menjadi 1 juta barel crude oil. Untuk mendukung rencana ini, PTBA akan memanfaatkan fasilitas kilang minyak milik PT Pertamina (Persero).

"Ada pembicaraan agar memakai kilang Pertamina," jelasnya.

Meski bukan termasuk energi ramah lingkungan (renewable energy) tetapi paling tidak program ini mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM yang selama ini menjadi beban di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ditargetkan teknologi ini baru bisa berkontribusi atau mulai berproduksi dalam kurun 3 tahun ke depan.

"Lumayan juga daripada impor BBM. Batu bara kalori rendah juga nggak laku dijual dan ini bisa jadi crude oil," ujarnya.

(feb/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads