Jokowi-JK Akan Naikkan Harga BBM, Analis: Lebih Cepat Lebih Baik!

Jokowi-JK Akan Naikkan Harga BBM, Analis: Lebih Cepat Lebih Baik!

- detikFinance
Jumat, 19 Sep 2014 11:21 WIB
Jokowi-JK Akan Naikkan Harga BBM, Analis: Lebih Cepat Lebih Baik!
Jakarta - Presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) disebut akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada November 2014. Kebijakan ini diperkirakan akan mendapat tanggapan positif dari pelaku pasar keuangan.

Juniman, Kepala Ekonom BII, menyebutkan pasar sudah lama menunggu pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. "Memang ini lebih cepat lebih baik," ujarnya kepada detikFinance, Jumat (19/9/2014).

Menurut Juniman, selama ini pergerakan pasar masih tersandera masalah BBM bersubsidi. "Pasar sekarang tersandera fuel price. Jadi semakin cepat ada kepastian tentu lebih baik," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam jangka pendek, lanjut Juniman, kenaikan harga BBM subsidi memang menyebabkan koreksi di pasar saham, nilai tukar rupiah, dan imbal hasil (yield) obligasi karena lonjakan inflasi. Namun ini hanya berlangsung jangka pendek.

"Aksi jual akan terjadi di market karena inflasi menyebabkan penurunan daya beli sehingga mempengaruhi kinerja emiten. Yield obligasi juga akan naik, kemudian orang akan banyak memegang dolar sehingga rupiah melemah. Namun ini sepertinya hanya akan terjadi dalam 1-3 bulan, sebelum market mencapai keseimbangan baru," jelasnya.

Dalam jangka panjang, tambah Juniman, kenaikan harga BBM akan berdampak positif bagi perekonomian secara keseluruhan. "Ekonomi kita akan lebih sehat. Subsidi BBM ini bom waktu, jangan terlalu lama disimpan," tegasnya.

Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan, Penasihat Tim Transisi Jokowi-JK, menyebutkan bahwa kenaikan harga BBM bersubsidi akan dilakukan pada November 2014. Besaran kenaikannya adalah Rp 3.000 per liter.

"Kami telah berdiskusi dengan tim dari presiden terpilih dan kami akan menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 3.000 per liter pada November. Dengan begitu, akan ada alokasi yang lebih besar untuk infrastruktur," ungkap Luhut seperti dikutip Reuters, Kamis (18/9/2014).

(hds/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads