Berdasarkan data PT Pertamina (Persero) konsumsi BBM subsidi sejak 2008-2012 khususnya untuk jenis premium terus meningkat di atas 8%, bahkan sempat mencapai 11%.
Tercatat pada 2008 konsumsi premium mencapai 19,53 juta kiloliter (KL), pada 2009 naik menjadi 21,18 juta KL (8,4%), lalu pada 2010 naik lagi jadi 22,93 juta KL (8,3%). Kemudian pada 2011 naik lagi jadi 25,50 juta KL (11,2%), 2012 naik lagi menjadi 29,26 juta KL (10,7%).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun pada 2013 konsumsi premium yang dalam 6 tahun terakhir selalu naik 8,5% menjadi turun hanya tumbuh 3,6%. Padahal proyeksi Pertamina pada tahun lalu, konsumsi premium bisa naik 10% lebih.
"2012 konsumsi premium sudah mencapai 28,24 juta KL namun pada 2013 hanya naik 3,6% sebesar 29,26 juta KL," katanya.
Suhartoko mengatakan, turunnya konsumsi premium tersebut karena pemerintah pada akhir Juni 2013 menaikkan harga BBM subsidi untuk premium dari Rp 4.500 per liter menjadi Rp 6.500 per liter, dan solar Rp 4.500 per liter menjadi Rp 5.500 per liter.
"Jika melihat pengalaman tahun lalu, kenaikkan harga BBM subsidi dapat menekan konsumsi cukup banyak, orang mau berhemat sedikit. Memang konsumsi tetap naik 3,6% tapi dapat ditekan, karena tiap tahun jumlah kendaraan terus bertambah," ungkapnya.
(rrd/hen)











































