JK: Negara Punya Uang, Tapi Salah Taruh

JK: Negara Punya Uang, Tapi Salah Taruh

- detikFinance
Selasa, 23 Sep 2014 16:04 WIB
JK: Negara Punya Uang, Tapi Salah Taruh
Jusuf Kalla, Wakil Presiden Terpilih 2014-2019
Jakarta - Pemerintahan baru pimpinan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) mewarisi anggaran negara yang sempit. Duet ini tidak banyak mewarisi anggaran untuk hal-hal produktif, seperti infrastruktur.

"Negara itu butuh uang untuk bangun infrastruktur, perbaiki irigasi, pupuk, bibit untuk petani, cold storage untuk nelayan, listrik untuk rakyat, dan industri untuk mengurangi kemiskinan. Tapi semua butuh uang," papar JK di acara 'Bersama Mengatasi Kemiskinan dan Ketimpangan' di Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta, Selasa (23/9/2014).

JK mengatakan, sebenarnya negara mempunyai uang yang cukup untuk memenuhi program-program tersebut. Namun sayangnya uangnya tidak ditaruh pada pos anggaran yang tepat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Uangnya ada, tapi salah taruh. Malah dikasih untuk subsidi BBM (bahan bakar minyak)!" tegasnya.

Sayangnya, kata JK, ketika ia ingin mengalihkan subsidi BBM untuk membangun infrastruktur dan lainnya, banyak pihak yang menentang.

"Seperti LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), banyak menentang kita alihkan subsidi BBM. Itu sama saja mereka membiarkan rakyat terus miskin, kalau terus beri bensin murah negara nggak punya dana, nggak ada ruang fiskalnya," tutur JK.

(rrd/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads