Kata JK Soal Rencana Pembekuan Petral

Kata JK Soal Rencana Pembekuan Petral

- detikFinance
Selasa, 23 Sep 2014 16:39 WIB
Kata JK Soal Rencana Pembekuan Petral
Jakarta - Pihak Tim Transisi Jokowi-JK bakal memperbaiki sejumlah regulasi atau aturan di bidang minyak dan gas (migas), untuk memberantas mafia migas. Bahkan anak usaha Pertamina, yaitu Pertamina Energy Trading Limited (Petral) akan dibekukan.

Namun Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla (JK) menyatakan, rencana pembekuan Petral ini belum diputuskan.

"Belum diputuskan," kata JK singkat saat ditemui usai seminar Bank Dunia soal 'Bersama Mengatasi Kemiskinan dan Ketimpangan' di Gedung Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail, Jakarta, Selasa (23/9/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Deputi Kantor Tim Transisi Pemerintahan Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto menegaskan, pemerintahan Jokowi-JK berkomitmen kuat memberantas mafia migas dengan membentuk satgas anti mafia migas yang bekerja sungguh-sungguh secara efektif. Rencana pembekuan Petral bagian dari memberantas mafia minyak.

"Hal ini akan dibarengi dengan perbaikan regulasi untuk menutup peluang munculnya mafia migas baru. Petral akan dibekukan, dilakukan audit investigatif terhadapnya. Pembelian minyak mentah dan BBM dilakukan oleh Pertamina dan dijalankan di Indonesia," kata Hasto kemarin.

Terkait pengendalian distribusi BBM bersubsidi, maka produk bersubsidi ini akan diberi warna khusus untuk memudahkan pengawasan. Penunjukan wilayah kerja migas, perpanjangan kontrak, logistik migas, pengawasan produksi dan lain-lain akan dilaksanakan dengan transparan.

"Pemerintah akan menugasi Pertamina melaksanakan fungsi tersebut secara efektif dan efisien di bawah pengawasan yang ketat oleh auditor negara. Rantai pasokan gas dipendekkan dengan cara memerintahkan produsen gas langsung menjual produknya ke pengguna akhir besar. Pengguna kecil dilayani distributor/agregator gas yang qualified. Broker gas tanpa fasilitas yang menyebut diri mereka trader tanpa fasilitas dan mempermainkan kuota gas selama ini akan dihapuskan," papar Hasto.

Petral merupakan anak usaha Pertamina yang berdomisili di Singapura. Perusahaan ini memang bertugas melakukan pengadaan impor minyak dan BBM untuk keperluan Pertamina.

(dnl/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads