"Di Pulau Jawa kita punya 3.200 SPBU, kalau mau 5%-nya ditambah fasilitas SPBG atau menjadi SPBU/G kita siap, artinya dalam setahun kita bisa bangun sebanyak 150 SPBG," ungkap Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Hanung Budya ditemui di SPBU Kuningan, Jakarta, Rabu (24/9/2014).
Hanung mengatakan, penambahan fasilitas BBG di SPBU akan memakan biaya investasi mencapai Rp 5-10 miliar per SPBU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengungkapkan tahun lalu Pertamina menyetorkan dividen ke negara sebesar Rp 9 triliun. "Jadi kalau dikurangi Rp 1,5 triliun, namun pemerintah jauh lebih banyak mendapatkan penghematan, karena konsumsi BBM turun karena orang mau beralih menggunakan BBG yang tidak disubsidi negara," jelas Hanung.
Menurutnya selama ini masyarakat belum banyak berminat pindah menggunakan bahan bakar gas (BBG) salah satunya karena jumlah SPBG yang sedikit.
"Kalau cuma di Jakarta saja kurang, mobil ini kan bisa kemana-mana bisa dari Jakarta ke Bandung bahkan terus sampai ke Surabaya, kalau BBG-nya susah sulit juga, nah kalau 150 SPBG per tahun dibangun, dan ditempatkan ditempat-tempat yang stategis, orang akan mau pindah ke BBG karena akan gampang isi bahan bakarnya, tidak sulit carinya," kata Hanung.
(rrd/hen)











































