"PGN hanya bicara di media, tapi tidak bicaranya ke direksi Pertamina," kata Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Hanung Budya, ditemui di SPBU Kuningan, Rabu (24/9/2014).
Hanung mengatakan, jika tawaran PGN tersebut saling menguntungkan kedua belah pihak, maka pihaknya siap menerima tawaran tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan, sebagai BUMN yang sudah berpengalaman dibidang minyak dan gas bumi, serta energi lainnya, Pertamina sangat siap untuk membangun infrastruktur Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), dalam program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG).
"Kita bisa bangun sendiri, karena kita sudah berpengalaman puluhan tahun dalam hal konversi BBM ke BBG. Saya tegaskan tidak ada badan usaha lain yang lebih siap daripada Pertamina," tegasnya.
Sebelumnya PGN punya strategi untuk mengatasi masalah lahan. Mereka berencana revitaliasi SPBU (pom bensin) milik Pertamina/swasta yang lokasinya dekat dengan pipa gas milik PGN. Nantinya SPBG PGN bisa berdampingan dengan di SPBU yang menjual BBM.
"Kita akan revitalisasi SPBU milik Pertamina yang ada di Pluit, Kelapa Gading, Tebet, Sumenep, Sunter dan Pasar Minggu," kata Direktur Pengusahaan PGN Jobi Triananda di Ritz Carlton Pacific Place Hotel Jakarta, Rabu (17/9/2014).
Revitalisasi ini dilakukan untuk mensiasati tingginya harga tanah di DKI Jakarta. PGN sudah punya rencana akan menyambungkan pipa gas ke
60 SPBU di Jakarta, selain bisa menjual BBM, SPBU juga bisa menjual gas.
(rrd/hen)










































