Selain subsidi bahan bakar minyak (BBM), belanja lainnya yang tidak produktif tapi mendapat anggaran besar adalah renovasi gedung pemerintahan. Dikutip dari data Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Kamis (25/9/2014), pada 2012 anggarannya Rp 19,5 triliun dan setahun kemudian naik menjadi Rp 22,9 triliun.
Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani menilai anggaran tersebut memang selayaknya dipotong. Dia menilai jumlahnya sangat besar dan tidak terlalu dibutuhkan dalam waktu dekat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam 2 tahun terakhir, kata Askolani, pemerintah sudah melakukan penghematan anggaran. Banyak rencana renovasi gedung yang akhirnya dibatalkan.
Askolani tidak menuturkan secara rinci anggaran yang dihemat dari pos renovasi gedung. Namun dia memberi gambaran tahun ini penghematan dari pos tersebut berkontribusi besar atas target penghematan Rp 43 triliun. Bersama dengan anggaran rapat, seminar, perjalanan dinas, dan lainnya.
"Tahun ini saja kan sudah berapa kali penghematan anggaran. Ini juga masih terus dilakukan," katanya.
(mkl/hds)










































