Follow detikFinance
Kamis, 25 Sep 2014 14:00 WIB

Ini Sejarah Terbentuknya Petral, Dari Bahama hingga Singapura

- detikFinance
Jakarta - Anak usaha PT Pertamina (Persero) yang berdomisili di Singapura, PT Pertamina Energy Trading (Petral), tengah menjadi sorotan. Tim Transisi Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) sempat melontarkan opsi untuk membekukan Petral.

Berdasarkan data Pertamina yang dikutip detikFinance, Petral berdiri pada 1969 dengan nama PT Petral Group dengan dua pemegang sahamnya dari Petra Oil Marketing Corporation Limited yang terdaftar di Bahama dengan kantornya Hong Kong, serta Petral Oil Marketing Corporation yang terdaftar di California, Amerika Serikat (AS).

Pada 1978, kedua perusahaan pemegang saham Petral tersebut melakukan marger dengan mengubah nama perusahaanya menjadi Petra Oil Marketing Limited yang terdaftar di Hong Kong.

Kemudian pada 1979-1992, kepemilikan saham Petra Oil Marketing Limited dimiliki oleh perusahaan Zambesi Invesments Limited yang terdaftar di Hong Kong dan Pertamina Energy Services Pte Limited yang terdaftar di Singapura.

Pada 1998, perusahaan tersebut diakusisi oleh PT Pertamina (Persero) dan pada 2001 mengubah namanya menjadi PT Pertamina Energy Trading Ltd (Petral). Selain Pertamina, sahamnya juga dimiliko Zambesi Invesments Limited dan Pertamina Energy Services Pte Limited.

Tugas Petral adalah melakukan jual-beli minyak. Lebih tepatnya membeli minyak dari mana saja untuk dijual ke Pertamina. Semua aktivitas itu dilakukan di Singapura.

Dalam 5 tahun terakhir, kinerja keuangan Petral terus meningkat, terutama dari sisi omzet atau pendapatan. Berikut kinerja keuangan Pertal sejak 2009 hingga 2013:

2009:

  • Pendapatan Usaha US$ 11,2 miliar.
  • Beban Pokok US$ 11,176 miliar.
  • Beban Usaha US$ 10 juta.
  • Laba Usaha US$ 29 juta.
  • Laba Bersih US$ 25 juta.
  • Total Aset US$ 1,306 miliar.
  • Total Kewajiban US$ 1,153 miliar.
  • Total Ekuitas US$ 153 juta.
2010:

  • Pendapatan Usaha US$ 21,783 miliar.
  • Beban Pokok US$ 21,739 miliar.
  • Beban Usaha US$ 11 juta.
  • Laba Usaha US$ 33 juta.
  • Laba Bersih US$ 27 juta.
  • Total Aset US$ 2,315 miliar.
  • Total Kewajiban US$ 2,145 miliar.
  • Total Ekuitas US$ 170 juta.
2011:

  • Pendapatan Usaha US$ 31,426 miliar.
  • Beban Pokok US$ 31,369 miliar.
  • Beban Usaha US$ 14 juta.
  • Laba Usaha US$ 43 juta.
  • Laba Bersih US$ 40 juta.
  • Total Aset US$ 2,745 miliar.
  • Total Kewajiban US$ 2,536 miliar.
  • Total Ekuitas US$ 209 juta.
2012:

  • Pendapatan Usaha US$ 33,292 miliar.
  • Beban Pokok US$ 33,229 miliar.
  • Beban Usaha US$ 17 juta.
  • Laba Usaha US$ 46 juta.
  • Laba Bersih US$ 46 juta.
  • Total Aset US$ 3,557 miliar.
  • Total Kewajiban US$ 3,313 miliar.
  • Total Ekuitas US$ 244 juta.
2013:

  • Pendapatan Usaha US$ 33,35 miliar.
  • Beban Pokok US$ 33,291 miliar.
  • Beban Usaha US$ 14 juta.
  • Laba Usaha US$ 45 juta.
  • Laba Bersih US$ 43 juta.
  • Total Aset US$ 3,418 miliar.
  • Total Kewajiban US$ 3,152 miliar.
  • Total Ekuitas US$ 266 juta.

(rrd/hds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed