"Kita itu butuh pembangkit listrik yang banyak. Apalagi kalau mau ekonomi kita tumbuh 7-8%, listrik harus ditambah dua kali lipat, karena industri butuh listrik banyak," ujar Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta di kantor BPPT, Jakarta, Selasa (29/9/2014).
Gusti mengungkapkan, ia berharap pemerintahan Jokowi-JK merealisasikan pembangunan PLTN yang sudah sejak lama uji coba oleh BPPT dan Batan, di bawah koordinasi Kementerian Riset dan Teknologi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gusti mengatakan, PLTN menjadi salah satu jalan keluar bagi Indonesia untuk bisa lepas dari krisis listrik, dan memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, khususnya di daerah tempat berdirinya PLTN.
"Satu kilogram uranium itu bisa bangkitkan 1 MW listrik siang malam. Bayangkan kalau pakai batu bara 1 MW siang malam habiskan puluhan ton batu bara," katanya.
Untuk membangun 1 unit PLTN dengan daya listrik 100 MW hanya diperlukan dana kurang dari Rp 30 triliun.
"Uang itu kan bisa diambil dari penghematan BBM subsidi, daripada BBM-nya habis untuk dibakar saja," tutupnya.
(rrd/dnl)











































