Namun, belum sehari berselang, klaim tersebut dibantah sendiri oleh Presiden Terpilih Jokowi. Sebenarnya jadi atau tidak harga BBM naik?
detikFinance, merangkum balada kebijakan BBM subsidi, Rabu (1/10/2014).
Harga BBM Naik Rp 3.000/liter di November 2014
|
|
Penasihat Senior Tim Transisi Jokowi-JK, Luhut Panjaitan mengatakan hal ini dalam sambutannya di acara Peluncuran Buku Outlook Energi Indonesia 2014 di kantor BPPT, Jakarta, Selasa (30/9/2014).
"Kita rapat ada Pak Jokowi, Pak JK, dan saya, kita sudah diskusikan kenaikan harga BBM ini sudah 3 bulan terakhir. Jadi saya tanya jadi bagaimana, ini semua kajian naik berapa risikonya apa. Beliau bilang ya sudah naiknya Rp 3.000/liter," tutur Luhut.
Bila ini diterapkan, maka harga bensin premium menjadi Rp 9.500/liter dan solar subsidi menjadi Rp 8.500/liter.
Kenaikan Harga BBM Diputuskan Jumat Lalu
|
|
Demikian disampaikan oleh Penasihat Senior Tim Transisi Jokowi-JK, Luhut Binsar Panjaitan dalam sambutannya di acara Peluncuran Buku Outlook Energi Indonesia 2014 di kantor BPPT, Jakarta, Selasa (30/9/2014).
"Keputusan kenaikan harga BBM diambil Jumat lalu. Kita rapat ada Pak Jokowi, Pak JK, dan saya, kita sudah diskusikan kenaikan harga BBM ini sudah 3 bulan terakhir," jelas Luhut.
Menurut Luhut, risiko dan kajian kenaikan harga BBM subsidi Rp 3.000/liter yang akan dilakukan. "Beliau (Jokowi) bilang ya sudah naiknya Rp 3.000/liter. Beliau bilang November (naiknya)," ujar Luhut.
Bila ini diterapkan, maka harga bensin premium menjadi Rp 9.500/liter dan solar subsidi menjadi Rp 8.500/liter.
Jokowi ingin Subsidi Dihapus Seluruhnya
|
|
Penasihat Senior Tim Transisi Jokowi-JK, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, Jokowi sempat berniat untuk menghapus total subsidi BBM.
"Beliau (Jokowi) sempat bilang, kenapa nggak naikkan seluruhnya (hapus subsidi BBM)? Saya bilang jangan Pak, nanti inflasinya tinggi," tutur Luhut dalam sambutannya di acara Peluncuran Buku Outlook Energi Indonesia 2014 di kantor BPPT, Jakarta, Selasa (30/9/2014).
"Beliau sangat tegas, kalau sesuatu yang sudah jelas dan benar maka jalankan," jelas Luhut.
Menurut Luhut, risiko dan kajian kenaikan harga BBM subsidi Rp 3.000/liter yang akan dilakukan. "Beliau (Jokowi) bilang ya sudah naiknya Rp 3.000/liter. Beliau bilang November (naiknya)," ujar Luhut.
Bila ini diterapkan, maka harga bensin premium menjadi Rp 9.500/liter dan solar subsidi menjadi Rp 8.500/liter.
Harga BBM Naik Rp 3.000, 2015 Jokowi Hemat Rp 150 Triliun Lebih
|
|
Menurut Luhut, kebijakan tersebut diputuskan dalam rapat Jumat pekan lalu. "Jadi saya tanya bagaimana, ini naik berapa, risikonya apa. Beliau bilang, ya sudah naiknya Rp 3.000 per liter. Beliau bilang November," kata Luhut dalam acara peluncuran buku Outlook Energi Indonesia 2014 di gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Jakarta, Selasa (30/9/2014).
Menurut Luhut, mengurangi subsidi BBM dengan cara menaikkan harga merupakan langkah untuk mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Subsidi BBM memang cukup besar. Tahun ini, anggaran subsidi BBM adalah Rp 246,5 triliun. Sementara dalam APBN 2015, anggaran subsidi BBM meningkat jadi Rp 276,01 triliun.
Lewat kenaikan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 3.000 per liter, Luhut menyebutkan negara bisa menghemat US$ 13-14 miliar atau bisa lebih dari Rp 150 triliun. Jika ini konsisten dilakukan, maka penghematannya akan terus bertambah.
"November harga BBM naik Rp 3.000 per liter, tahun depan pemerintah bisa hemat US$ 13 miliar-US$ 14 miliar. Tahun depannya lagi bisa hemat US$ 20 miliar, tahun depannya lagi hemat US$ 26 miliar," jelas Luhut.
Subsidi BBM sama dengan 'Bakar Uang'
|
|
Penasihat Senior Tim Transisi Jokowi-JK, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, anggaran subsidi BBM dalam 5 tahun terakhir naik rata-rata 30%. Sementara anggaran infrastruktur di periode yang sama stagnan.
"Kita ini sama dengan bakar uang. Bayangkan subsidi energi ini mencapai 25% dari APBN kita,, sementara anggaran infrastruktur hanya 16%," jelas Luhut dalam sambutannya di acara Peluncuran Buku Outlook Energi Indonesia 2014 di kantor BPPT, Jakarta, Selasa (30/9/2014).
Dia mengatakan, kenaikan harga BBM subsidi yang akan dilakukan sebesar Rp 3.000/liter bakal membuat anggaran makin hemat.
"Risiko dan kajian kenaikan harga BBM subsidi Rp 3.000/liter yang akan dilakukan. "Beliau (Jokowi) bilang ya sudah naiknya Rp 3.000/liter. Beliau bilang November (naiknya)," ujar Luhut.
Bila ini diterapkan, maka harga bensin premium menjadi Rp 9.500/liter dan solar subsidi menjadi Rp 8.500/liter.
Harga BBM Naik, Ekonomi RI Bisa Tumbuh 7,5%
|
|
Hal tersebut dikemukakan Luhut Binsar Panjaitan, Penasihat Senior Tim Transisi Jokowi-JK, dalam acara peluncuran buku Outlook Energi Indonesia 2014 di gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Jakarta, Selasa (30/9/2014).
Menurut Luhut, dana hasil penghematan dari kenaikan harga BBM bersubsidi akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur. Dengan demikian, target pertumbuhan ekonomi minimal 7% yang dicanangkan Jokowi bisa tercapai.
"Penghematannya sebagian besar untuk infrastruktur. Dengan uang sebanyak itu, pertumbuhan ekonomi di tahun pertama Jokowi-JK sebesar 7,5% mudah dicapai," tegasnya.
Saat ini, lanjut Luhut, dana untuk infrastruktur dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) relatif minim. Sementara subsidi BBM terus meningkat.
"Kita lihat anggaran subsdi BBM dalam 5 tahun terakhir ini naik rata-rata 30%. Sementara anggaran infrastruktur flat (stagnan) dalam 5 tahun terakhir," tuturnya. Bersambung..
Halaman 2 dari 7











































