"Kadin malah merekomendasikan subsidi BBM untuk dicabut," tegas Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Industri Kreatif dan MICE, Budyarto Linggowiyono di Menara Kadin, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (1/10/2014).
Kenaikan harga Rp 3.000/liter, lanjut Budyarto, artinya BBM masih mendapat subsidi. Ini karena harga BBM jenis Premium dan Solar bersubsidi adalah sekitar Rp 11.000/liter. Sementara jika dinaikkan Rp 3.000/liter, maka harga Premium menjadi Rp 9.500/liter dan Solar subsidi Rp 8.500/liter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang kenaikan harga BBM berat untuk masyarakat bawah. Tapi ini dilema buat pemerintah. Kalau tidak dikurangi (subsidi), maka akan makin berat," kata Budyarto.
November, tambah Budyarto, merupakan waktu yang cukup tepat untuk menaikkan harga BBM. Pasalnya, kebijakan ini harus dilakukan segera dan tidak bisa menunggu lebih lama lagi.
"Ini ibaratnya sudah lampu merah. Harus secepat mungkin. Harusnya dilakukan pemerintah sekarang , itu bangsa akan selamat. Jangan takut akan dianggap tidak bagus," tuturnya.
(zul/hds)











































