"Harus dipikirkan betul kompensasinya. Konsep menaikkan ini juga kita sudah pelajari," kata Hidayat ditemui di Kantor Kementerian Perindustrian, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (2/10/2014).
Hidayat mengatakan, lewat kenaikan harga BBM subsidi Rp 3.000/liter, maka besaran uang yang akan dihemat mencapai Rp 150 triliun. Dari uang itu, Jokowi harus bisa menyisihkan untuk bantuan kepada masyarakat miskin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Ketua Kadin ini juga tidak menampik, bakal ada gejolak yang terjadi di masyarakat jika BBM subsidi dinaikkan. Tapi ia yakin betul, Jokowi dengan karakteristiknya bisa meredam gejolak tersebut.
"Reaksi masyarakat yang marah bisa bisa dikurangi, Presiden yang baru dikenal populis, dan dipercaya bahwa dia tidak menyengsarakan masyarakat kecil. Jadi itu yang harus dikalkulasi. Jadi dia bisa, beban itu akan bisa dipikul. Mengingat dia dikenal populis. Care dengan masyarakat," paparnya.
(zul/dnl)










































