Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman (Apersi) Eddy Ganefo mengatakan, kenaikan BBM tidak akan terlalu berkontribusi terhadap kenaikan harga tanah. Kebijakan ini hanya akan berpengaruh pada biaya material karena terkereknya ongkos distribusi.
"Naiknya hanya sekitar 5%," kata Eddy kepada detikFinance, Sabtu (4/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun depan pun akan nail, tapi bukan karena BBM," katanya.
Itu artinya, pengembang tidak akan bisa menaikan harga rumah subsidi meski komponen biaya produksinya akan naik. "Mudah-mudahan itu bisa tercover," katanya.
Begitu juga pengaruhnya pada harga rumah komersil. Eddy mengatakan, harga rumah komersil saat ini harganya sudah tinggi, bahkan tak sedikit di atas harga pasar.
Meski demikian, lanjut Eddy, pengembang perumahan menganggap kenaikan BBM subsidi ini perlu dilakukan asal dialihkan untuk subsidi yang lebih tepat sasaran. Seperti bantuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin.
"Kalau hal itu terjadi, pendapatan akan meningkat, jadi kenaikan BBM pengaruhnya tidak terlalu besar," tutupnya.
(zul/ang)











































