KetuaΒ Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan (Organda) Eka Sari Lorena mengatakan, pihaknya menolak kenaikan BBM untuk transportasi umum dan angkutan barang.
"Organda menolak kenaikan harga BBM subsidi bagi angkutan umum penumpang dan angkutan barang," kata Eka kepada detikFinance, Minggu (4/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebut, dampak kepada angkutan umum akan tidak kompetitif karena masayrakat akana lebih memilih angkutan pribadi.
"Akan tidak kompetitif karena membeli kendaraan pribadi murah dan murah serta mereka mendapat insetif nyang banyak dari pemerintah," tambahnya.
Seperti diketahui, Penasihat Senior Tim Transisi Jokowi-JK, Luhut Binsar Panjaitan menyebut Jokowi bakal menaikkan harga BBM bersubsidi November 2014.
"Sudah diputuskan oleh Pak Jokowi, kenaikan harga BBM bersubsidi Rp 3.000 per liter. November dimungkinkan sudah dinaikkan," kata Luhut di gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Jakarta, Selasa (30/9/2014).
(zul/ang)











































