Harga BBM Naik, Pengusaha Minta Angkutan Umum Tetap Disubsidi

Harga BBM Naik, Pengusaha Minta Angkutan Umum Tetap Disubsidi

- detikFinance
Sabtu, 04 Okt 2014 14:23 WIB
Harga BBM Naik, Pengusaha Minta Angkutan Umum Tetap Disubsidi
Jakarta - Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) disebut akan menaikkan BBM (bahan bakar minyak) bersubsidi Rp 3.000/liter bulan depan. Kalangan pengusaha transportasi ingin ada keberpihakan kepada transportasi umum.

KetuaΒ Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan (Organda) Eka Sari Lorena mengatakan, pihaknya menolak kenaikan BBM untuk transportasi umum dan angkutan barang.

"Organda menolak kenaikan harga BBM subsidi bagi angkutan umum penumpang dan angkutan barang," kata Eka kepada detikFinance, Minggu (4/10/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eka juga menyebutkan sebelumnya, jika kenaikan biaya BBM bersubsidi dikenakan kepada angkutan umum dan barang, menurutnya akan berpengaruh juga pada kenaikan ongkos hingga 40-70%.

Dia menyebut, dampak kepada angkutan umum akan tidak kompetitif karena masayrakat akana lebih memilih angkutan pribadi.

"Akan tidak kompetitif karena membeli kendaraan pribadi murah dan murah serta mereka mendapat insetif nyang banyak dari pemerintah," tambahnya.

Seperti diketahui, Penasihat Senior Tim Transisi Jokowi-JK, Luhut Binsar Panjaitan menyebut Jokowi bakal menaikkan harga BBM bersubsidi November 2014.

"Sudah diputuskan oleh Pak Jokowi, kenaikan harga BBM bersubsidi Rp 3.000 per liter. November dimungkinkan sudah dinaikkan," kata Luhut di gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Jakarta, Selasa (30/9/2014).

(zul/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads