Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Danang Parikesti menaikan BBM bersubsidi menurut Danang harus dibarengi dengan peningkatan kualitas dan fungsi dari angkutan umum dan sarana trasnportasi lainnya. Menurutnya, dengan naiknya BBM bersubsidi sebesar Rp 3.000/liter, setidaknya dia perkirakan ada Rp 50 triliun dana yang dihemat.
Danang mengusulkan, 40% anggaran yang dihemat dari pengurangan subsidi itu bisa digunakan untuk membangun infrastruktur berbasis trasportasi atau meningkatkan fasilitas transportasi yang sudah ada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Danang mengatakan, selain untuk pendidikan, kesehatan atau dana bantuan langsung, perbaikan sarana transportasi tak kalah penting. Karena dampak yang paling terasa dari kenaikkan BBM adalah pada sektor transportasi yang menyebabkan tarif angkutan naik.
"Misalnya ketika ada kenaikan BBM di tahun 2012 ke 2013 itu nggak ada (penambahan) sama sekali," tutupnya.
(zul/ang)











































