"Saya sudah jadi WNI biasa. Saya ucapkan terima kasih," kata Karen di OPEN Restaurant, Doubletree by Hilton, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (5/10/2014).
Selama menjadi Dirut Pertamina, Karen dikenal cukup sulit didekati awak media. Karen juga selalu dijaga oleh beberapa pria berbadan tegak ke mana pun berpergian sebagai Dirut Pertamina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski sudah tidak menjadi Dirut Pertamina, Karen berharap silaturahmi tidak terputus. Ia akan tetap fokus di bidang energi. Karen akan mengisi acara-acara seminar terkait energi yang diselenggarakan oleh Harvard Kennedy School.
"Saya nggak mau katakan ini sebagai perpisahkan. Ini teruskan silaturahmi," jelasnya.
Seperti diketahui, salah satu alasan Karen mundur dai posisi Dirut Pertamina meski bergaji Rp 200 juta per bulan, adalah karena urusan keluarga. Ia ingin fokus mengurus anak-anaknya yang selama ini terganggu, akibat kesibukannya sebagai seorang Dirut Pertamina.
(feb/dnl)










































