Pengembangan proyek ini nilainya mencapai lebih dari US$ 2,5 miliar, atau lebih dari Rp 30 triliun.
Dalam peresmian tersebut, SBY menandatangani prasasti peresmian Fasilitas Produksi Lapangan Banyu Urip. Hadir pada kesempatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Bupati Bojonegoro H. Suyoto, Plt. Kepala SKK Migas J. Widjonarko, Presiden Mobil Cepu Ltd (MCL) Jon M. Gibbs, Komisaris Utama Pertamina Sugiharto, Direktur Utama Pertamina EP Cepu Amril T. Mandailing, dan Ketua Badan Kerjasama PI Blok Cepu Hadi Ismoyo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Plt. Kepala SKK Migas Widjonarko menyampaikan, peningkatan produksi dari lapangan ini merupakan bagian dari upaya mendukung pencapaian target produksi migas nasional.
"Semua pihak harus mendukung penuh agar proyek berjalan sesuai rencana," kata Widjonarko dalam keterangannya, Selasa (7/10/2014).
Rincian investasi lapangan ini adalah untuk pembangunan fasilitas produksi sebesar US$ 2,2 miliar, dan pengeboran sumur sebanyak US$ 337 juta. Pembangunan fasilitas dibagi ke dalam lima kontrak EPC (engineering, procurement, and construction/rekayasa, pengadaan, dan konstruksi), yakni fasilitas produksi utama (Central Production Facility/CPF), pipa darat (onshore) 72 km, pipa laut (offshore) dan menara tambat (mooring tower), Floating Storage Off-loading (FSO), serta fasilitas infrastruktur.
Presiden Mobil Cepu Ltd (MCL) Jon M. Gibbs menyampaikan dukungan terhadap langkah SKK Migas untuk peningkatan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Kelima kontrak EPC, konsorsiumnya dipimpin oleh perusahaan Indonesia. Tidak hanya itu, terdapat 450 perusahaan sub kontraktor nasional dan lokal yang dilibatkan, yang 85% diantaranya merupakan perusahaan lokal dari Bojonegoro dan Tuban.
"Terdapat lebih dari 10.000 pekerja Indonesia yang 60% di antaranya adalah pekerja yang berasal dari Bojonegoro dan Tuban," kata Jon.
Berkaitan dengan peresmian Fasilitas Produksi Lapangan Banyu Urip, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Tanjung, akan melakukan kunjungan ke lokasi Proyek Banyu Urip, sekaligus meresmikan 11 proyek-proyek lain di sektor energi.
Sebagai informasi, kontrak kerja sama Blok Cepu ditandatangani pada 17 September 2005 dengan MCL sebagai operator. MCL, anak perusahaan dari Exxon Mobil Corporation, memegang 45% saham partisipasi, bersama PT. Pertamina EP Cepu yang memegang 45% saham, dan Badan Kerja Sama PI Blok Cepu (BKS) dengan 10% saham. Cadangan minyak di Lapangan Banyu Urip diperkirakan sebesar 450 juta barel.
(dnl/hen)











































