Namun, optimisme surut pasca pemilihan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), yang dikuasai oleh partai oposisi.
"Saat ada tuntutan pemerintah untuk melakukan hilirisasi, kita bantu dengan membangun smelter dan mencari kerjasama dengan investor asing. Tapi usaha kita itu hancur karena kisruh politik yang menganggu," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Mineral Indonesia (Apemindo) Poltak Sitanggang di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (7/10/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasti dari sisi kebijakan pemerintah Jokowi akan dijegal. Tapi lebih dari itu investor melihat pimpinan DPR atau MPR itu harus memiliki sense of crisis dan sense of belonging terhadap negara ini," tegasnya.
Pasca terbitnya undang-undang (UU) Minerba tahun 2009 silam, dan kemudian dilanjutkan dengan Peraturan Pemerintah, menambah 3 juta pengangguran baru. Karena banyak pengusaha yang tidak mampu membangun smelter.
Sehingga cara yang paling tepat adalah dengan menjalin kerjasama dengan investor asing. Untuk itu dibutuhkan kondisi iklim investasi yang aman dan kondusif.
"Menarik investasi itu tidak mudah. Mereka perlu pastikan negara kita aman dan menguntungkan. Kita coba menarik investasi, tapi buyar karena akhirnya terganggu dengan permasalahan politik," sebut Poltak.
(mkl/dnl)










































