Menggandeng KUD Dharma Tani Marisa sebagai pemegang izin usaha pertambangan (IUP) Gunung Pani, investor pertambangan asal Australia ini telah menyiapkan dana investasi sedikitnya US$ 150 juta di proyek ini.
“Dari hasil eksplorasi yang telah kita lakukan sejak 2010, tambang emas Gunung Pani sangat atraktif dan feasible untuk dikembangkan ke tahap eksploitasi,” ujar Chief Executive Officer (CEO) One Asia Resources (OAR) Adrian Rollke dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat (10/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kita mulai melakukan persiapan pembangunan camp awal 2012 dan resmi melakukan pengeboran untuk uji lapangan pada pertengahan 2012,” imbuh Adrian.
Kini, OAR tengah menanti persetujuan prinsip untuk melakukan tahapan konstruksi menuju ke eksploitasi. Diharapkan dapat segera keluar sehingga OAR bisa melakukan pekerjaan konstruksi di lapangan.
“Kita akan ikuti seluruh prosedur yang ada untuk bisa melakukan penambangan emas di Gunung Pani,” katanya.
Adrian menyebutkan bahwa OAR telah memperoleh komitmen pinjaman dari Macquarie Bank Limited Australia senilai US$ 150 juta, (sekitar Rp 1,8 triliun, kurs Rp 12.000 per dolar AS) untuk melakukan eksploitasi tambang emas di Gunung Pani.
“Kita berharap proses perizinan untuk melakukan penambangan bisa segera terbit sehingga bisa secepatnya melakukan penambangan,” katanya.
Penambangan akan dimulai dengan skala kecil dan akan terus ditingkatkan sampai pada tahap produksi ideal di 150.000 ounce emas per tahun.
Sambil menunggu terbitnya perizinan untuk melakukan tahapan konstruksi penambangan, OAR menjalin berbagai kemitraan strategis dengan KUD, sehingga bisa memberikan manfaat bagi seluruh anggota KUD.
“Kita komit untuk membantu koperasi bisa lebih maju dan berkembang sehingga berkontribusi dalam peningkatan taraf hidup anggotanya,” katanya.
Sejumlah kerja sama telah dilakukan dalam penyediaan fasilitas yang mendukung warga Gunung Pani. “Kini kita masih menunggu masukan dari KUD untuk kerja sama pengembangan lahan Jagung dan budidaya ikan air laut,” katanya.
Selain menunggu program-program yang diajukan koperasi, OAR juga melakukan inisiatif pengembangan anggota koperasi. “Banyak program yang melibatkan penduduk Pohuwato telah kita lakukan. Ke depan program akan leih banyak lagi bisa izin tahapan konstruksi bisa segera terwujud,” katanya.
Kapan tahapan kontruksi bisa dimulai sehingga penambangan bisa dilakukan? Adrian mengatakan bahwa dari pihak OAR suah sangat siap melakukan tahapan selanjutnya dari penambangan yang dilakukan. “Semakin cepat izin penambangan keluar semakin baik,” pungkasnya.
(ang/ang)











































