Pertama di Asia, PLN Tak Perlu Padamkan Listrik Saat Perbaiki Gardu Induk

Pertama di Asia, PLN Tak Perlu Padamkan Listrik Saat Perbaiki Gardu Induk

- detikFinance
Jumat, 10 Okt 2014 13:02 WIB
Pertama di Asia, PLN Tak Perlu Padamkan Listrik Saat Perbaiki Gardu Induk
Jakarta - PT PLN (Persero) berhasil menemukan cara, agar saat memperbaiki jaringan listrik seperti gardu induk tidak perlu memadamkan aliran listrik. Cara ini merupakan yang pertama dilakukan di Asia.

"Di negara-negara lain ketika perbaiki trafo, transisi, sampai gardu listrik selalu dipadamkan aliran listriknya. Sehingga aliran listrik di masyarakat mati atau padam," kata Kepala Satuan Operasional Performance, P3B PT PLN, Sri Lasti ditemui detikFinance, di Pameran Inovasi PLN, di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (10/10/2014).

Sri mengatakan, saat memperbaiki atau mengganti alat di gardu listrik bahkan yang bertegangan tinggi, listrik masih mengalir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi saat pengerjaan, listrik tidak perlu dipadamkan, masyarakat tetap bisa nonton TV, mengisi baterai ponsel, biasanya kan kalau lagi perbaikan kita matiin aliran listriknya," katanya.

Sri memambahkan, pihaknya juga pernah melayani perbaikan gardu induk milik PT Chiel Jepang Indonesia di Pasuruan, Jawa Timur.

"Dengan metode jumper pemutus tegangan, kita pisahkan tegangan pada gardu induk, sehingga aliran listrik tetap mengalir pabriknya tetap produksi listrik," ungkapnya.

Sri mengungkapkan lagi, dalam memperbaiki gardu induk dan transmisi listrik, pekerja dilengkapi baju serat baja untuk melindungi pekerja dari sengatan listrik.

"Serat baja ini agar menyamakan tubuh kita dengan tegangan listrik. Ini pekerjaan tidak mudah dan berisiko bahkan saat ini tim kami memberikan pelatihan di Timor Leste," ujarnya.

Ia mengakui, kalau di luar negeri tidak menerapkan metode seperti ini karena kondisi listrik seperti di Jepang, Korea, Amerika Serikat, dan Eropa sangat bagus.

"Artinya cadangan listrik mereka banyak, kalaupun ada yang rusak dan harus diperbaiki padamkan saja aliran listrik ke masyarakat di-backup dari sistem yang lain, kalau di kita kan listriknya pas pasan, kalau dimatikan listriknya masyarakat marah, bahkan untuk ganti trafo itu memakan waktu 3 hari, kalau nggak pakai metode ini marah masyarakat listriknya padam 3 hari," tutupnya.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads