Oleh karena itu, kenaikan harga BBM bersubsidi harus dilakukan agar meringankan beban APBN. Pemerintah juga bisa membangun lebih banyak infrastruktur.
Ekonom dan perencana keuangan Roy Sembel mengungkapkan, sudah ada selentingan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) bakal menaikkan harga BBM pada November 2014. Besarannya antara Rp 1.000-3.000 per liter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Roy mengatakan, kenaikan harga BBM akan membuat defisit berkurang dan menghemat anggaran. "Bisa dialihkan untuk pembangunan yang komprehensif. Kita bangun budaya, bangun infrastruktur, dan lain-lain," katanya.
Dengan pembangunan infrastruktur yang memadai, Roy menyebutkan, biaya logistik juga akan bisa ditekan. "Sekarang kirim barang dari Semarang ke Jakarta lebih mahal daripada dari Singapura ke Jakarta. Kita masih ketinggalan dari negara tetangga," tegas Roy.
Infrastruktur yang memadai, lanjut Roy, bisa menggerakkan ekonomi. Artinya akan tercipta lapangan kerja serta mengurangi pengangguran dan kemiskinan.
"Pertumbuhan ekonomi kita di antara G20 memang masuk 3 besar. Tapi pengangguran masih tinggi 6%, idealnya 3%," tandasnya.
(drk/hds)











































