BI: Utang Jangan Dipakai Untuk Impor BBM!

BI: Utang Jangan Dipakai Untuk Impor BBM!

- detikFinance
Senin, 13 Okt 2014 17:37 WIB
BI: Utang Jangan Dipakai Untuk Impor BBM!
Jakarta - Indonesia masih sangat tergantung terhadap aliran modal asing, dan ini berlaku untuk pemerintah, perusahaan swasta, maupun perbankan. Oleh karena itu, pasar keuangan domestik sangat rentan jika investor asing enggan singgah untuk menaruh dananya.

Mirza Adityaswara, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), menilai ada upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap asing. Salah satunya adalah pemerintah mengurangi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sampai saat ini, investor asing masih cukup besar mendanai defisit APBN yang berasal dari penerbitan Surat Utang Negara (SUN). "Defisit itu didanai sudah sekitar 30% asing," ujarnya kala ditemui di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin (13/10/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan mengurangi defisit, lanjut Mirza, maka pemerintah mengurangi penarikan utang baru. Ini otomatis akan mengurangi ketergantungan terhadap dana asing.

Kalau pun masih defisit, Mirza menyarankan APBN fokus untuk mendanai program dan proyek yang produktif. "Utang jangan dipakai untuk impor BBM (bahan bakar minyak). Itu tidak produktif," tegasnya.

Menurut Mirza, defisit anggaran harusnya dipakai untuk membiayai pembangunan infrastruktur, kesehatan, ketahanan pangan, ketahanan energi, dan sebagainya. "Jadi kalau masih mau defisit ya harus produktif," tuturnya.

(hds/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads