Mirza Adityaswara, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), menilai ada upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap asing. Salah satunya adalah pemerintah mengurangi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sampai saat ini, investor asing masih cukup besar mendanai defisit APBN yang berasal dari penerbitan Surat Utang Negara (SUN). "Defisit itu didanai sudah sekitar 30% asing," ujarnya kala ditemui di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin (13/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau pun masih defisit, Mirza menyarankan APBN fokus untuk mendanai program dan proyek yang produktif. "Utang jangan dipakai untuk impor BBM (bahan bakar minyak). Itu tidak produktif," tegasnya.
Menurut Mirza, defisit anggaran harusnya dipakai untuk membiayai pembangunan infrastruktur, kesehatan, ketahanan pangan, ketahanan energi, dan sebagainya. "Jadi kalau masih mau defisit ya harus produktif," tuturnya.
(hds/hen)











































