"Kiranya kita perlu belajar pengalaman negara tetangga Australia. Pemerintah memberikan subsidi sekitar AUD 1.000 bagi setiap kendaraan yang ingin mengkonversi bahan bakarnya menjadi BBG," kata Moeldoko.
Amanat Moeldoko itu disampaikan oleh Irjen TNI Letjen Syafril Mahyudin saat meresmikan SPBG VI-Gas di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (14/10/2014). Di lokasi juga hadir Plt Dirut Pertamina Muhamad Husen, dan Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya.
"Memang (BBG) terlihat mahal di awal, tetapi baik untuk keberlangsungan pasokan energi dan juga lebih ramah terhadap lingkungan," sambung Moeldoko.
Menurut Moeldoko, TNI mendukung imbauan pemerintah agar mengkonversi BBM ke BBG yang dinilai lebih hemat, murah, serta ramah lingkungan. Katanya, sudah ada 261 unit kendaraan dinas TNI yang dipasang converter kit untuk memakai BBG.
"Dengan dibangunnya SPBG di Mabes TNI Cilangkap ini diharapkan 261 unit kendaran itu dapat dioperasionalkan menggunakan BBG yang secara makro hal ini dapat mewujudkan kebijakan pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap BBM," ucap Moeldoko.
"Saya yakin peran TNI tersebut akan menjadi lebih besar apabila disertai insentif bagi penyesuaian infrastruktur dan konversi BBM ke BBG baik di jajaran TNI tingkat pusat maupun daerah," sambungnya.
Hari ini Pertamina mulai mengoperasikan SPBG Vi-Gas di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Denma Mabes TNI Cilangkap. SPBG yang rampung dibangun 19 September 2014 itu memiliki 1 buah dispenser dan 2 buah nozzle.
Luas lahan yang dipakai membangun SPBG Vi-Gas itu 1.200 meter persegi. Kapasitas tangki timbunnya 6 metrik ton atau setara 11.800 liter Vi-Gas. Biaya yang dikeluarkan untuk membangun SPBG itu sekitar Rp 2 miliar.
(bar/ang)











































