Selama 2 pekan menjadi orang nomor satu di perusahaan migas plat merah ini, Husen merasa seperti seorang 'sopir tembak'. Artinya nasibnya tak memiliki kepastian sampai kapan memimpin di PT Pertamina.
"Sejak per 1 Oktober sejak mundurnya ibu dirut, saya jadi sopir tembak entah sampai seminggu lagi entah sebulan lagi. Tetapi saya yakin seperti di TNI mau tugas 1 hari, mau 1 tahun, sama aja. Itu penugasan negara, kita harus selalu siap," kata Husen saat peresmian SPBG Vi-Gas di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (14/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya rada grogi, saya biasanya tukang ngebor saja. Kalau di restoran, Pak Hanung Budya (Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina) di depan. Saya yang tukang masak saja," katanya.
Husen menceritakan pengalamannya bertanggung jawab dalam hal pengeboran minyak dan gas di Pertamina. Ia bercerita soal produksi minyak secara nasional yang dari tahun ke tahun terus menurun. Saat ini memang ada harapan dari tambahan produksi di Blok Cepu, namun setelah itu belum ada lagi sumber tambahan produksi minyak nasional.
"Jadi kalau hari ini belum ketemu, saya jamin 5-10 tahun lagi kita nggak akan ada yang baru. Yang sudah lama-lama jungkir balik. Yah akan begini-begini saja," katanya.
Berikut profil singkat Husen, bos baru Pertamina:
Pendidikan
1984: Sarjana Geologi di Institut Teknologi Bandung.
1989: Magister Sains di University of London.
Karir
1984-2001:
- Geologist di Divisi Eksplorasi LEMIGAS.
- Kepala Remote Sensing & GIS Studies Group.
- Kepala Unit Layanan Teknis Eksplorasi LEMIGAS.
2001-2005: Kepala Divisi Eksplorasi LEMIGAS.
2005-2011: Asisten Deputi Bidang Perminyakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
2011-sekarang: Direktur Hulu Pertamina.
(hen/hds)











































