Boediono Cerita Banyak Proyek Pembangkit Listrik yang Tertunda Puluhan Tahun

Boediono Cerita Banyak Proyek Pembangkit Listrik yang Tertunda Puluhan Tahun

- detikFinance
Selasa, 14 Okt 2014 15:45 WIB
Boediono Cerita Banyak Proyek Pembangkit Listrik yang Tertunda Puluhan Tahun
Jakarta - Energi merupakan salah satu komponen penting yang dalam 16 tahun mendatang atau pada 2030. Pada saat itu, energi diperebutkan banyak negara bahkan dapat memicu perang antar negara.

"Penyusunan Skenario Bandung ini saya baca sangat penting isinya, bagaimana dapat menyatukan pandangan dan secara bersama-sama memecahkan masalah yang dihadapi dan akan dihadapi," ujar Wakil Presiden Boediono di acara Peluncuran Skenario Bandung, di Kantor Pusat PLN, Selasa (14/10/2014).

Skenario Bandung merupakan sketsa atau gambaran kondisi energi Indonesia khususnya 2030 yang disusun oleh 28 pakar energi Indonesia. Isinya soal gambaran apa yang akan terjadi pada 2030, termasuk skenario yang harus dilakukan di bidang energi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Boediono mengungkapkan, sayangnya saat ini bangsa Indonesia teramat sibuk untuk menghadapi berbagai masalah khususnya disektor energi, banyak proyek-proyek seperti pembangkit listrik yang harus tertunda selama 20 tahun lebih seperti Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP/Geothermal) Sarulla dan PLTA Asahan dan proyek migas Natuna yang hingga 40 tahun tak kunjung komersil.

"Kita sangat sibuk mengatasi masalah untuk menggulirkan proyek-proyek energi dengan berbagai hambatannya. Ada banyak proyek yang digulirkan pemerintah tapi memakan waktu luar biasa. Kita baru sempat untuk memikirkan what next day, tapi untuk jangka panjang belum," ungkapnya.

Ia menambahkan, dengan adanya Skenario Bandung tersebut, akan memaksa orang untuk berpikir dan melihat masa depan, apa yang saat ini harus dilakukan.

"Harapan kami skenario planning ini bukan bersifat sangat teknis, sehingga bisa dimengerti semua orang, sehingga bahasanya harus sederhana," katanya.

Terkait Skenario Bandung, adalah skenario yang dipaparkan oleh 28 ahli energi, baik dari kalangan pemerintah, DPR, BUMN, dan swasta. Di dalam Skenario tersebut dibagi menjadi 4 skenario yakni skenario Badai, Ombak, Batu Karang, dan Awak Kapal.

Setiap skenario memaparkan risiko, kondisi dan tantangan sektor energi pada 2030 mulai dari kekurangan pasokan energi, ego pemerintah daerah terhadap masing-masing kekayaan alamnya, ketegangan geo politik yang merebutkan energi yang berujung pada perang.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads