Bos Medco: Sektor Migas RI Sedang Suram, Perlu Gebrakan

Bos Medco: Sektor Migas RI Sedang Suram, Perlu Gebrakan

- detikFinance
Selasa, 14 Okt 2014 16:07 WIB
Bos Medco: Sektor Migas RI Sedang Suram, Perlu Gebrakan
Jakarta - Sektor minyak dan gas bumi (Migas) Indonesia saat ini sedang pada masa suram, karena produksi minyak terus turun. Saat ini, proyek migas yang investasinya besar masih banyak terhambat.

"Kita lihat migas kita dalam masa suram, kalau kita lihat produksi minyak tadi malam hanya 798.000 barel per hari nggak sampai 800.000 barel per hari. Ini tentu sangat memprihatinkan, harus ada gebrakan, harus ada think out of the box," ujar Ketua Indonesia Petroleum Association (IPA) yang juga Direktur PT Medco Energi Internasional Tbk Lukman Mahfoedz ditemui di Kantor PLN Pusat, Selasa (14/10/2014).

Lukman mengatakan, salah satu yang terpenting saat ini adalah, bagaimana dapat mempercepat berbagai proyek migas berskala besar, namun tertunda hingga bertahun-tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bagaimana kita bisa mempercepat pelaksanaan proyek IDD, Tangguh Train III, Masela. Kalau proyek ini berjalan 4-5 tahun pertama Indonesia dapat menarik investasi sebesar US$ 50 miliar per tahun ditambah lagi dengan proyek-proyek yang sudah eksisting dan beroperasi senilai US$ 25-30 miliar per tahun," katanya.

Menurutnya dengan nilai investasi sebesar itu akan membantu menambah tenaga kerja, industri dalam negeri dan pertumbuhan ekonomi Indonesia, sektor engineering, konstruksi meningkat.

Ia menambahkan, bahkan sektor migas nasional harus bertambah bebannya ketika pemerintah menerapkan kebijakan yang tidak pro investasi, seperti pengenaan pajak sementara mengebor sumur migas saja belum dilakukan.

"Lebih komplek lagi beberapa kasus kriminalisasi yang membuat tantangan sektor migas makin berat, menyebabkan investor menjadi wait and see," tutupnya.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads