"Kita lihat migas kita dalam masa suram, kalau kita lihat produksi minyak tadi malam hanya 798.000 barel per hari nggak sampai 800.000 barel per hari. Ini tentu sangat memprihatinkan, harus ada gebrakan, harus ada think out of the box," ujar Ketua Indonesia Petroleum Association (IPA) yang juga Direktur PT Medco Energi Internasional Tbk Lukman Mahfoedz ditemui di Kantor PLN Pusat, Selasa (14/10/2014).
Lukman mengatakan, salah satu yang terpenting saat ini adalah, bagaimana dapat mempercepat berbagai proyek migas berskala besar, namun tertunda hingga bertahun-tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya dengan nilai investasi sebesar itu akan membantu menambah tenaga kerja, industri dalam negeri dan pertumbuhan ekonomi Indonesia, sektor engineering, konstruksi meningkat.
Ia menambahkan, bahkan sektor migas nasional harus bertambah bebannya ketika pemerintah menerapkan kebijakan yang tidak pro investasi, seperti pengenaan pajak sementara mengebor sumur migas saja belum dilakukan.
"Lebih komplek lagi beberapa kasus kriminalisasi yang membuat tantangan sektor migas makin berat, menyebabkan investor menjadi wait and see," tutupnya.
(rrd/hen)











































