Menteri Keuangan Chatib Basri menuturkan penghematan yang didapat nantinya adalah sebesar Rp 21 triliun pada 2014 dan Rp 138 triliun tahun selanjutnya. Ia menyarankan agar tidak sepenuhnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur.
"Bila naikkan harga BBM dan alokasikan kepada infrastruktur, itu tidak bisa terlalu besar," ungkap Chatib di kantornya, Jakarta, Jumat (17/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chatib sangat tidak merekomendasikan kenaikan defisit. Pasalnya, pembiayaan defisit tahun depan tidak mudah dengan isu kenaikan suku bunga di Amerika Serikat (AS). Investor akan condong berinvestasi di Negeri Paman Sam, sehingga negara berkembang seperti Indonesia akan kesulitan kala menerbitkan surat utang untuk membiayai defisit.
"Kalau seperti ini, nantinya akan mengundang financing yang besar. Jadi lebih baik defisitnya yang kemudian diperkecil," kata Chatib.
(mkl/hds)











































