Sebagaimana diketahui, kebutuhan BBM rakyat Indonesia dalam sehari mencapai 1,5 juta kilo liter (KL), sementara produksi minyak mentah nasional hanya ditargetkan paling banyak 818.000 barel per hari, itu pun tidak tercapat rata-rata produksinya saat ini hanya 792.000 barel per hari.
Mantan Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo menggungkapkan, dalam sehari Indonesia hampir mengimpor 1 juta barel per hari atau harus menggelontorkan dana US$ 120 juta per hari, hanya untuk membeli BBM dan minyak mentah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun hal ini tentunya tidak mudah, pasalnya sebagian besar sumur minyak yang dimiliki Indonesia saat ini berusia tua, sehingga penurunan produksi alami sangat tinggi mencapai 10% lebih per tahun, untuk mengerem penurunan produksi minyak sendiri membutuhkan dana besar dan kerja keras dan teknologi tinggi.
Tidak hanya berusia tua, minat investor untuk mencari minyak di Indonesia makin berkurang, sementara Indonesia sampai saat ini sangat bergantung pada investor asing. Hal ini karena untuk mencari minyak membutuhkan dana besar, teknologi canggih, dan risiko gagal sangat tinggi, tidak dapat minyak tidak ada yang mengganti.
Kurang minatnya investor asing saat ini terlihat dari realisasi pengeboran eksplorasi minyak yang sangat minim. Menurut Deputi Pengendalian Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Muliawan mengatakan, realisasi pengeboran eksplorasi minyak masih sangat minim, bahkan investor tidak melaksanakan komitmen pengeboran sesuai program kerja dan anggaran (WPNB).
Masalah minimnya investasi pengeboran sumur minyak baru (eksplorasi) kata Muliawan. dikarenakan banyak hal mulai dari masalah finansial perusahaan, banyaknya perizinan, masalah kepastian hukum dan penerapan aturan perpajakan yang membebani investor seperti pajak PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) eksplorasi.
Jika sudah seperti ini, Jokowi-JK akan menghadapi satu masalah berat lagi, yakni habisnya cadangan minyak nasional yang saat ini jumlahnya kurang dari 3,7 miliar, dengan laju produksi minyak 792.000 barel per hari, diperkirakan cadangan ini akan habis dalam 11 tahun lagi.
(rrd/ang)











































