Tragis, Bos Perusahaan Minyak Ini Tewas Kecelakaan Jet Pribadi

Tragis, Bos Perusahaan Minyak Ini Tewas Kecelakaan Jet Pribadi

- detikFinance
Selasa, 21 Okt 2014 10:38 WIB
Tragis, Bos Perusahaan Minyak Ini Tewas Kecelakaan Jet Pribadi
Foto: Christophe de Margerie (Reuters)
Moscow - Nasib memang tak bisa ditebak. Chief Executive Officer (CEO) perusahaan minyak asal Prancis, Total, yaitu Christophe de Margerie, tewas saat jet pribadi yang membawanya menubruk mesin penyapu salju, saat akan lepas landas di bandara internasional Vnukovo, Moscow.

Menurut keterangan pihak bandara, kecelakaan ini terjadi Senin, beberapa menit sebelum tengah malam waktu Moscow. Jet pribadi Dassault Falcon yang membawa de Margerie berencana terbang ke Paris.

"Total mengkonfirmasi dengan duka yang dalam, bahwa Chairman dan CEO Christophe de Margerie meninggal pukul 10.00 malam (waktu Paris) tanggal 20 Oktober dalam sebuah kecelakaan pesawat pribadi di Bandara Vnukovo Moscow, karena tubrukan dengan mesin penyapu salju," demikian pernyataan Total dilansir dari Reuters, Selasa (21/10/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain de Margerie, Total mengatakan, 3 kru pesawat juga meninggal.

De Margerie, berumur 63, datang ke Moscow untuk mengadakan rapat bersama pemerintah Rusia terkait investasi asing. Rapat dilakukan di Gorki, dekat Moscow kemarin. Pria ini merupakan salah satu figur penting di dunia perminyakan global.

Lulus dari sekolah bisnis Ecole Superieure de Commerce di Paris, de Margerie menjadi CEO Total pada Februari 2007, dan merangkap menjadi Chairman pada Mei 2010.

Dia pernah mengatakan, calon penggantinya nanti akan diambil dari dalam perusahaan. Philippe Boisseau, kepala divisi energi terbarukan Total dan Patrick Pouyanne disebut-sebut sebagai suksesor pimpinan baru Total.

De Margerie pernah mengatakan di Juli lalu, Eropa harus berhenti berpikir untuk mengurangi ketergantungannya kepada gas dari Rusia. Khususnya di tengah konflik yang terjadi di Ukraina.

"Rusia adalah partner dan kira seharusnya tidak membuang waktu untuk memproteksi diri terhadap tetangga. Yang harus kita lakukan sekarang adalah, tidak boleh terlalu bergantung kepada negara mana pun," jelasnya.

Total merupakan salah satu perusahaan migas yang banyak beroperasi di Rusia. Perusahaan ini merupakan salah satu dari investor asing papan atas di Rusia. Namun masa depan Total di Rusia menjadi kelabu setelah jatuhnya pesawat Malaysia Airlines pada 17 Juli lalu.

Sanksi yang diberikan AS dan Eropa Barat ke Rusia, tidak akan menghentikan Total untuk menggarap proyek Yamal. Ini proyek patungan senilai US$ 27 miliar untuk menggarap gas alam di Siberia.

Di dunia, Total merupakan perusahaan migas dengan pangsa pasar nomor 4 terbesar di dunia, setelah Exxon, Shell, dan Chevron.

(dnl/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads