Mantan Wakil Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo menyebut, ada lima poin pokok yang harus dipenuhi seorang yang akan menjadi menteri ESDM.
Pertama, ia menyebut, sosok tersebut harus bisa mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan lainnya. "Negara harus nomor satu dibanding kepentingan lainnya. Itu dulu yang harus dipenuhi," ujar dia dalam acara perpisahan dengan media, di Jakarta, Selasa (21/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beliau (menteri ESDM baru) itu harus amanah (bisa dipercaya). Tentunya kita mau jujur, tidak neko-neko," sambungnya.
Ketiga, sambung dia lagi, harus mau berkorban untuk negara. "Saya yakin beliau (Menteri ESDM baru) mau berkorban untuk negara. Keempat, ikhlas melaksanakan yang ditugaskan. Kelima, beliau mau untuk berkordinasi, bersinergi dengan Kementerian lain," papar Susilo.
Tak lupa ia mengatakan, seorang Menteri ESDM juga harus memiliki kompetensi di bidang semberdaya alam nasional. Hal ini penting agar kebijakan yang dilahirkan bisa tepat sasaran.
"Saya berdoa mudah-mudahan beliau yang dipilih ada kompetensi sedikit. Karena selama ini saya berkecimpung di ESDM, menghadapi masalah strategis yang akan dihadapi Jokowi. Tantangannya sangat berat," tuturnya.
Terpenting, lanjut dia, Menteri ESDM juga harus menguasai informasi dan isu strategis seperti kilang minyak, konversi BBM ke bahan bakar gas (BBG) dan kebijakan gas nasional.
"Siapapun yang ditunjuk, tantangan sudah ada. Yang ingin dicapai sudah ada, yang sudah dilaksanakan juga sudah ada. Jadi kita harap untuk dilaksanakan," tandas dia.
Sayangnya, saat ditanya pendapatnya perihal nama-nama yang telah meuncul sebagai kandidat calom menteri ESDM, Pria yang juga menjabat sebagai Komisaris PT Pertamina (Persero) ini memilih bungkam.
"Enggak usah menebak-nebak siapanya. Yang penting tolong dibantu Menteri yang baru itu untuk menjalankan kewajiban tupoksinya dengan baik," kilahnya.
(dna/dnl)










































