Distributor BBM Ini Pede Raup Omzet Rp 28 T di Era Presiden Jokowi

Distributor BBM Ini Pede Raup Omzet Rp 28 T di Era Presiden Jokowi

- detikFinance
Jumat, 24 Okt 2014 13:30 WIB
Distributor BBM Ini Pede Raup Omzet Rp 28 T di Era Presiden Jokowi
Jakarta - Distributor Bahan Bakar Minyak (BBM), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) meyakini pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bakal positif ke depan.

Sinyal menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bisa mendorong pembangunan infrastruktur yang berdampak pada meningkatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Direktur Keuangan AKRA Suresh Vembu menyebutkan, positifnya perekonomian Indonesia ke depan akan mampu mendorong kinerja perseroan. Tahun depan, distributor BBM ini menargetkan bisa menaikkan pendapatan hingga 15% atau mencapai sekitar Rp 28,175 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga akhir tahun ini, perseroan memperkirakan angka pendapatan bisa mencapai Rp 24 triliun-Rp 24,5 triliun.

"Tahun depan kita lihat perkembangannya masih bagus ya dengan ekonomi bisa growth. Kalau tahun depan bisa naik 15% dibanding tahun ini, pendapatan. Saat ini on budget, tahun 2013 pendapatan Rp 22,4 triliun, mudah-mudahan tahun ini lebih besar ya antara Rp 24-24,5 triliun. Labanya tetap akan naik antara 15-18%," kata Suresh saat ditemui detikFinance, di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (24/10/2014).

Dia menyebutkan, dengan asumsi pertumbuhan ekonomi mencapai 5,5-6% di tahun depan misalnya, akan berdampak positif terhadap kinerja perseroan. Permintaan terhadap bahan kimia dasar termasuk BBM akan ikut meningkat.

"Tahun depan kita lihat perkembangannya masih bagus ya dengan ekonomi bisa growth misalnya 5,5-6%, demand untuk kimia dasar termasuk BBM pasti naik dengan perkembangan di bisnis batu bara atau mining pasti akan lihat demand-nya," kata dia.

Tahun ini saja, kata Suresh, perseroan dapat pasokan BBM bersubsidi dari pemerintah sebesar 640.000 barel. Diharapkan, tahun depan bisa lebih tinggi.

"Tahun 2014 alokasinya 640 ribu KL. Itu artinya 131 rig pompa bensin dan SPBN (Stasiun Pengisian Bahan bakar Nelayan)," tandasnya.

(drk/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads