Menurut Hanung Budya, Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero), penyebabnya adalah kurangnya kilang minyak di dalam negeri. Oleh karena itu, kilang minyak baru menjadi jawaban untuk mengatasi masalah ketergantungan impor BBM yang tinggi.
"Kita sedang jalankan roadmap. Dalam 6 tahun ke depan kita harus tambah kapasitas kilang dari awalnya 1 juta barel harus menjadi 1,6 juta barel untuk premium dan solar," kata Hanung melalui pesan singkatnya kepada detikFinance, Selasa (28/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dapat dijalankan dalam 8 tahun ke depan, mungkin 2022 Indonesia akan mandiri. Tidak ketergantungan impor BBM lagi," ujar Hanung.
Walau bisa mandiri pasokan BBM nasional dengan adanya 3 kilang minyak baru, lanjut Hanung, Indonesia tetap harus mengimpor minyak mentah dan jumlahnya pasti meningkat.
"Kilang minyak sangat dibutuhkan, karena kapasitas kilang kita hanya 1 juta barel per hari. Namun hanya mampu efektif mengolah minyak mentah sebanyak 825.000 barel per hari dan dari jumlah itu 75% menjadi BBM," tuturnya.
(rrd/hds)











































