Pertamina: Jika Harga BBM Naik, Konsumsi Turun Signifikan

Pertamina: Jika Harga BBM Naik, Konsumsi Turun Signifikan

- detikFinance
Rabu, 29 Okt 2014 07:32 WIB
Pertamina: Jika Harga BBM Naik, Konsumsi Turun Signifikan
Jakarta - PT Pertamina (Persero) memperkirakan jatah BBM subsidi 46 juta kiloliter (KL) habis seluruhnya pada 25 Desember 2014. Agar cukup sampai akhir tahun konsumsi BBM masyarakat harus dapat di rem.

"Kita (Pertamina) sudah jauh hari memprediksi BBM subsidi tahun ini tidak akan cukup sampai akhir tahun," ujar Vice Presiden Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir kepada detikFinance, Rabu (29/10/2014).

Ali mengatakan, maka Pertamina segera mengambil langkah untuk sedikit demi sedikit mengerem konsumsi dengan mengurangi pasokan BBM subsidi 10% setiap SPBU di beberapa wilayah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namun cara tersebut ternyata bocor di media dan media memberitakan, terjadilah punic buying di masyarakat, antrean terjadi di mana-mana, masyarakat takut tidak kebagian BBM dan akhirnya seperti terjadi beberapa waktu lalu antrean panjang kendaraan di SPBU di mana-mana," ungkapnya.

Akibat antrean panjang tersebut, kata Ali, membuat pemerintah memerintahkan Pertamina untuk menghentikan pemotongan pasokan ke SPBU.

"Sampai sekarang kan kita lepas saja, tidak ada pengendalian," katanya.

Masalahnya yang terjadi saat ini adalah jatah BBM subsidi akan habis sebelum akhir tahun, untuk premium 25 Desember untuk solar lebih cepat lagi 15 Desember.

"Harus ada kebijakan efektif mengurangi konsumsi BBM subsidi. Salah satunya menaikkan harga BBM subsidi. Berkaca pada pengalaman kita tahun lalu, kenaikkan harga BBM subsidi efektif mengurangi konsumsi BBM nasional," ungkap Ali.

"Namun, masalah kenaikkan harga itu bukan kewenangan Pertamina, itu seluruhnya domain Pemerintah, kita hanya menjalankan apa yang menjadi perintah dari negara," tutupnya.

(rrd/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads