Pesan CT ke Sudirman Said: Pegawai ESDM Butuh Tunjangan Kinerja

Pesan CT ke Sudirman Said: Pegawai ESDM Butuh Tunjangan Kinerja

- detikFinance
Rabu, 29 Okt 2014 10:47 WIB
Pesan CT ke Sudirman Said: Pegawai ESDM Butuh Tunjangan Kinerja
Jakarta - Saat melakukan serah terima jabatan Menteri ESDM, Chairul Tanjung menitipkan sejumlah pesan kepada Sudirman Said, Menteri ESDM baru yang ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pesan yang disampaikan CT, sapaan akrab Chairul, salah satunya adalah soal tunjangan kinerja untuk pegawai Kementerian ESDM.

Saat menjabat Menteri ESDM ad interim, CT memang mengajukan anggaran tunjangan kinerja dalam pembahasan APBN 2015 di DPR.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tunjangan kinerja ini diberikan, karena pegawai Kementerian ESDM berkomitmen untuk berubah dan melawan berbagai bentuk godaan yang bisa menimbukan kegiatan korupsi.

"Kementerian ini mengarungi gelombang besar. Beberapa kali terhempas ombak yang besar. Walau jadi Plt (Pelaksana Tugas) baru satu-dua bulan. Menko (Perekonomian) lima bulan, 30% saya mengurusi kementerian ini," jelas CT saat sertijab Menteri ESDM di kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (29/10/2014).

Gelombang besar yang menimpa kementerian ini adalah kasus korupsi bertubi-tubi.

Namun CT mengatakan, dirinya saat menjabat Menteri ESDM, telah mendapatkan komitmen dari pejabat kementerian ini. Para pejabat ingin berubah dan berkomitmen memperbaiki kementerian tersebut.

"PR saya yang belum selesai, bahwa dulu mereka tidak perlu tunjangan kinerja, tapi karena ini komitmen luar biasa tadi, tentu mereka butuh tunjangan kinerja," kata CT.

"Saya sudah berusaha dan sudah jalan prosesnya, tapi waktu yang sempit jadi tertunda. PR ini saya serahkan kepada Bapak menteri agar kesejahteraan Kementerian ESDM bisa meningkat," ungkap CT.

Selain itu, CT juga memberikan pesan, agar Kementerian ESDM bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakat luas.

Lalu, CT meminta agar Sudirman bisa membuat situasi kondusif di sektor ESDM ini. Sehingga para investor bisa menambahkan modalnya dan terus berinvestasi. Apalagi investasi di sektor ini besar, bisa hingga puluhan triliun rupiah.

"Beri kepastian hukum yang baik untuk mereka dan tentu juga untuk pemerintah," ungkap CT.

(dnl/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads