"Kalau harga BBM naik kan ada kompensasi saja, bukan kartu pintar-sehat sih belum," ungkap Dirjen Anggaran Askolani di kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (28/10/2014)
Kompensasi tersebut berupa penyaluran uang kepada masyarakat dengan pendapatan rendah selama periode tertentu. Biasanya diberikan nama Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Paling dimungkinkan, menurut Askolani adalah menggunakan data yang sama dengan sasaran dari kartu-kartu tersebut. Tapi bukan berarti harus menunggu kartu itu dibagikan kepada masyarakat.
"Mungkin kalau tools-nya mau dipakai sih bisa aja. Mungkin, oh ini datanya kartu pintar mau dipakai sih bisa aja," papar Askolani
Untuk tahun ini, bila kenaikan harga BBM terealisasi, maka anggaran Rp 5 triliun telah disiapkan sebagai kompensasi. Bila indikatornya sama seperti tahun lalu, maka kompensasi ditujukan untuk 15,5 juta rumah tangga sasaran (RTS).
"Sekarang belum tahu, belum didetilkan," terangnya.
(mkl/ang)











































