Direksi Pertamina tiba sekitar pukul 9.00 WIB. Mereka yang hadir adalah Plt Direktur Utama M Husen, Direktur Pemasaran dan Niaga Hanung Budya, Direktur Keuangan Andri T Hidayat, Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Afdhal Bahaudin, dan Direktur Gas Hari Karyuliarto.
Dari pengamatan detikFinance, kenaikan harga BBM bersubsidi menjadi salah satu bahasan dalam pertemuan tersebut. Ini terlihat dari materi presentasi yang dibawa salah seorang pegawai Pertamina berjudul 'Persiapan Pertamina Jelang Kenaikan Harga BBM'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini cuma perkenalan saja, kita kenalan satu per satu," ujar Husen di kantor Kementerian ESDM, Kamis (30/10/2014).
Soal kenaikan harga BBM, Husen menyebutkan belum dibicarakan dalam pertemuan kali ini. "Kami belum hitung, belum ada kebijakan ke sana. Terus terang kami belum bicara sampai ke sana," tuturnya.
Husen juga tidak mengutarakan langkah-langkah untuk mengendalikan konsumsi BBM. Dia justru menilai kuota atau jatah BBM bersubsidi 46 juta kilo liter (KL) untuk tahun ini masih cukup.
"Kalau lihat dari angka yang sekarang kira-kira tidak (melebihi kuota). Tapi pemerintah akan sangat paham. Bahwa soal dikitir (dibatasi) atau tidak belum diputuskan," jelasnya.
(hds/ang)











































