"Tolong nanti kalau ada kenaikan harga BBM, jangan direspons secara short term. Harus tetap confident, jangan hilang confident karena itu akan mempersulit bangsa Indonesia," ucap Agus di acara Pertemuan CEO Pelapor Utang Negara di Gedung BI, Jakarta, Kamis (30/10/2014).
Menurut Agus, dalam jangka pendek kenaikan harga BBM memang akan menimbulkan lonjakan inflasi. Dia memperkirakan inflasi pada akhir tahun ini bisa mencapai 9% dengan kenaikan harga BBM. Jauh lebih tinggi dari asumsi inflasi BI yaitu 3,5-5,5%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, kenaikan harga BBM juga bisa menekan konsumsi sehingga impor akan berkurang. Dampaknya adalah perbaikan di neraca perdagangan dan transaksi berjalan (current account).
Lebih jauh Agus menjelaskan, perekonomian Indonesia ke depan masih harus diwaspadai. Kondisi perekonomian global sangat berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Inflasi, defisit transaksi berjalan (current account deficit), dan Utang Luar Negeri (ULN) masih menjadi tantangan.
"Jadi waspadai inflasi, current account deficit, dan external debt. Kami mohon kekompakan kita untuk berbicara ini," tutup dia.
(drk/hds)










































