Ini Dampak Negatif Terlalu Murahnya Harga BBM Subsidi

Ini Dampak Negatif Terlalu Murahnya Harga BBM Subsidi

- detikFinance
Kamis, 30 Okt 2014 15:44 WIB
Ini Dampak Negatif Terlalu Murahnya Harga BBM Subsidi
Jakarta - PT Pertamina (Persero) menilai harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang terlalu murah memberikan dampak negatif. Mulai dari rentan diselundupkan sampai menghambat pengembangan energi lain seperti bahan bakar gas (BBG).

"Sudah pasti BBM murah orang akan boros. Terlalu nikmat menggunakan BBM," ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (30/10/2014).

Selain itu, lanjut Hanung, harga BBM yang murah karena disubsidi menarik untuk disalahgunakan. Kerap kali terjadi kasus penyelundupan BBM ke negara lain atau sektor-sektor usaha yang tidak boleh menggunakan BBM bersubsidi seperti industri atau perkebunan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Disparitas (selisih) harga yang tinggi sekali. Misalnya solar bersubsidi Rp 5.500/liter sedangkan solar non subsidi Rp 12.500 per liter. Ada selisih Rp 7.000/liter. Itu sangat menarik sekali untuk disimpangkan, seperti ke industri," jelasnya.

Hanung menambahkan, dampak negatif lain akibat BBM murah adalah tidak berkembangnya energi lain BBG. Padahal cadangan gas Indonesia masih cukup banyak, dan BBG juga lebih ramah lingkungan dibandingkan BBM.

"Kemudian kalau disparitas harganya kecil, cash flow Pertamina jadi lebih bagus," ujarnya.

Untuk itu, lanjut Hanung, mempersempit selisih harga BBM sangat perlu dilakukan. "Disparitas harga BBM harus diperkecil. Saya nggak ngomong kenaikan harga, disparitasnya diperkecil," katanya.

(rrd/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads