'7 Tahun Subsidi Energi Rp 1.300 T, Pendidikan dan Kesehatan Hanya Rp 600 T'

'7 Tahun Subsidi Energi Rp 1.300 T, Pendidikan dan Kesehatan Hanya Rp 600 T'

- detikFinance
Jumat, 31 Okt 2014 11:10 WIB
7 Tahun Subsidi Energi Rp 1.300 T, Pendidikan dan Kesehatan Hanya Rp 600 T
Jakarta -

Pemerintah dalam waktu dekat akan menaikkan harga BBM subsidi. Penghematan anggarannya akan dialihkan ke pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

"Yang menentukan besaran angka kenaikan harga BBM bukan Menteri ESDM, kami hanya melaksanakan. Ini urusan fiskal," ujar Menteri ESDM Sudirman Said usai bertemu dengan para pegawai SKK Migas, di kantor SKK Migas, City Plaza, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (31/10/2014).

Namun Sudirman menjelaskan, soal alasan pemerintah menaikkan harga BBM subsidi. Salah satunya untuk mengalihkan subsidi BBM ke sektor yang lebih tepat sasaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Begini, anda bisa bayangkan dalam 7 tahun terakhir subsidi energi mencapai Rp 1.300 triliun, sementara anggaran untuk kesejahteraan seperti kesehatan dan pendidikan hanya Rp 600 triliun dalam 5 tahun," katanya.

"Bahkan kalau digabung lagi dengan anggaran infrastruktur seperti pembangunan jembatan, jalan, dan lainnya, total hanya Rp 1.200 triliun. Masih kalah besar dengan subsidi energi Rp 1.300 triliun yang hanya kita habiskan untuk dibakar. Lebih baik dialihkan ke masyarakat miskin yang merupakan orang yang berhak," tutupnya.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads