Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tahun ini. Namun sebenarnya, waktu yang tepat untuk menaikkan harga BBM sudah lewat.
Suryamin, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), menilai seharusnya harga BBM dinaikkan setelah Idul Fitri. Biasanya, permintaan masyarakat turun selepas Idul Fitri sehingga inflasi rendah.
"Kalau akhir tahun ada liburan Natal, Tahun Baru, ada permintaan tinggi. Apalagi kalau ditambah dengan urusan BBM karena akan membuat cost of production meningkat," ujar Suryamin pekan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan kenaikan harga BBM subsidi akan mendorong inflasi tahun ini hingga mencapai 9%. Jauh lebih tinggi dibandingkan asumsi dalam APBN-Perubahan 2014 sebesar 5,3%.
Suryamin melanjutkan, pemerintah juga perlu memperhatikan dampak kenaikan harga BBM terhadap masyarakat miskin. "Jika harga BBM naik, maka garis
kemiskinan akan naik karena harga itu dibangun oleh harga komoditi konsumsi," katanya.
Oleh sebab itu, menurut Suryamin, harus ada upaya pemerintah untuk menjaga agar pasokan kebutuhan pokok tetap lancar sekaligus memberi kompensasi bagi masyarakat miskin.
(hds/hds)











































